Kebijakan Tahan Harga BBM Selamatkan UMKM dan Konsumsi Rumah Tangga

keputusan pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 1 April 2026 menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional

Reporter: DOD | Editor: Admin
Kebijakan Tahan Harga BBM Selamatkan UMKM dan Konsumsi Rumah Tangga
Ilustrasi by Gemini

INFOJAMBI.COM — Pengamat ekonomi, Noviardi Ferzi, menilai keputusan pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 1 April 2026 menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan harga minyak dunia dan gejolak geopolitik global.

Menurut Noviardi, keputusan tersebut tidak hanya meredakan keresahan masyarakat, tetapi juga mampu menjaga inflasi tetap terkendali, khususnya pada sektor pangan dan logistik yang sangat sensitif terhadap perubahan harga energi.

Baca Juga: Provokator Unjuk Rasa Bentrok di Kantor Gubernur Jambi

“Kalau BBM dinaikkan sekarang, efek dominonya akan sangat besar. Ongkos transportasi naik, distribusi sembako naik, harga beras, cabai, sayur, hingga kebutuhan pokok lain ikut terdorong. Inflasi sekunder bisa melonjak dan daya beli masyarakat langsung tertekan,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Noviardi menilai, keputusan pemerintah menahan harga BBM membuat proyeksi inflasi triwulan II 2026 tetap berada dalam rentang target Bank Indonesia, yakni 2,5±1 persen. Bahkan, di wilayah Sumatera, termasuk Jambi, tekanan inflasi lokal diperkirakan dapat ditekan sekitar 0,3 hingga 0,5 persen dibandingkan jika harga BBM naik.

Baca Juga: Melihat Performance Bank Jambi Dalam Indikator GRC

Noviardi menjelaskan, kebijakan tersebut juga sangat penting bagi rumah tangga kecil dan menengah karena biaya transportasi, logistik, dan angkutan umum tidak mengalami lonjakan. 

Hal itu menjaga konsumsi masyarakat tetap tumbuh, padahal konsumsi rumah tangga selama ini menjadi penopang utama perekonomian nasional dengan kontribusi sekitar 55 persen terhadap PDB.

Baca Juga: Mahasiswa Marhaenis Jambi Ingatkan Pemerintah Tidak Gegabah Menaikkan Harga BBM

“Ketika masyarakat tidak terbebani kenaikan ongkos harian, mereka masih punya ruang untuk belanja kebutuhan lain. Itu penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tetap kuat,” katanya.

Noviardi memperkirakan, dengan harga BBM tetap stabil, pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2026 berpotensi meningkat 0,4 hingga 0,6 persen di atas baseline 5,1 persen, terutama ditopang sektor konsumsi, perdagangan, ritel, dan UMKM.

Di Jambi sendiri, Noviardi melihat sektor usaha kecil, ritel, dan industri makanan-minuman menjadi kelompok yang paling diuntungkan. Stabilitas harga BBM memberi kepastian biaya operasional sehingga pelaku usaha tidak perlu menaikkan harga jual secara mendadak.

“UMKM di daerah sangat sensitif terhadap biaya transportasi. Kalau BBM tetap, maka harga distribusi bahan baku lebih terjaga dan pelaku usaha bisa fokus pada ekspansi usaha, apalagi momentum Ramadan dan Lebaran masih berlangsung,” ujarnya.

Noviardi juga menilai keputusan pemerintah menahan harga BBM berhasil meredakan antrean panjang dan kepanikan di SPBU yang sempat muncul akibat isu kenaikan harga. Setelah ada kepastian resmi dari pemerintah dan Pertamina, kondisi pasar kembali normal dan tidak terjadi penimbunan berlebihan.

Secara keseluruhan, Noviardi menilai kebijakan tersebut menjadi bantalan penting untuk menjaga stabilitas sosial, memperkuat daya beli masyarakat, dan memberi ruang bagi pemerintah daerah di Sumatera untuk tetap fokus pada pembangunan ekonomi tanpa dibayangi gejolak harga energi. ***

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya