INFOJAMBI.COM — Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai kawasan pesisir, saat Bunda PAUD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Fadhilah Sadat, memeluk erat anak-anak usia prasekolah dari Suku Duano.
Dengan senyum keibuan, ia menuntun langsung jemari mungil bocah-bocah marjinal tersebut, untuk diajak melangkah memasuki gerbang dunia pendidikan formal.
Baca Juga: Pemkab Tanjab Barat Apresiasi Tanoto Foundation Gelar Pelatihan
Aksi humanis yang menyentuh hati warga ini terjadi di pemukiman Kampung Nelayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Selasa, 1 Juli 2026. Kehadiran langsung sang Bunda PAUD di tengah pemukiman nelayan tradisional tersebut bertujuan untuk menyukseskan program “Jambul” (Jemput Anak Menuju Masa Depan Berkualitas dan Unggul).
Lewat jargon "satu langkah ke PAUD seribu harapan menuju masa depan", gerakan ini menjadi bukti sahih dari keteguhan komitmen memperluas pemerataan hak belajar. Selain fokus menaikkan angka partisipasi sekolah, pendekatan personal juga efektif memupuk rasa percaya diri anak-anak pesisir yang selama ini rentan terisolasi.
Baca Juga: Fadhilah Sadat Ajak Semua Elemen Kembangkan Batik Tanjung Jabung Barat
Program “Jambul” dirancang secara masif untuk menyisir seluruh wilayah kecamatan, guna mencari anak-anak usia dini yang belum mengecap bangku sekolah. Prioritas utama penjemputan sengaja diarahkan pada kelompok masyarakat rentan ekonomi. Suku Duano episentrum perhatian utamanya.
Inovasi sosial yang menyentuh akar rumput ini lahir murni dari buah pemikiran mendalam Fadhilah Sadat, demi memutus belenggu keterbatasan akses pendidikan anak. Ia mengetuk hati nurani para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi mitra, dan pelaku usaha agar bersedia menjadi orang tua asuh.
Baca Juga: Showroom Dekranasda Tanjung Jabung Barat Diresmikan
Sinergi kolektif dari berbagai elemen masyarakat ini diproyeksikan mampu menjadi bantalan sosial yang menjamin keberlangsungan studi serta kebutuhan gizi dasar anak secara kontinu.
Di lapangan, Fadhilah Sadat tampak telaten berdialog dari hati ke hati dengan para orang tua, agar mereka merelakan anaknya bersekolah sejak usia dini.
Tidak sebatas membujuk, ia juga membantu mengisikan formulir pendaftaran serta menyerahkan paket tas dan buku baru lewat Program Bunda Asuh. Fadhilah ingin memastikan tidak ada satu pun anak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan sejak usia dini.
“Melalui program ini kami hadir mendatangi mereka, memberikan pendampingan kepada orang tua, sekaligus memfasilitasi agar anak-anak dapat segera mengenyam pendidikan di PAUD," ujar Fadhilah.
Guna menghadirkan pelayanan paripurna, aksi blusukan juga diintegrasikan dengan penyediaan berbagai layanan publik gratis dari instansi dinas teknis. Dinas Kesehatan turut menerjunkan tim medis dan menggelar posko pemeriksaan fisik darurat bagi balita dan anak prasekolah di lokasi.
Langkah medis sangat krusial, demi memantau grafik tumbuh kembang anak agar terhindar dari ancaman gangguan gizi buruk atau stunting. Sementara jaminan pasokan pangan keluarga ditangani oleh Dinas Ketahanan Pangan berkolaborasi taktis bersama Dinas Sosial.
Kedua instansi tersebut menyalurkan bantuan bahan pokok serta paket pemenuhan nutrisi esensial bagi pemulihan gizi keluarga besar Suku Duano. Di sudut lain, petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) juga sibuk menggelar pelayanan dokumen administrasi kilat.
Aparat Dukcapil bergerak cepat melakukan pendataan berkas sekaligus menerbitkan akta kelahiran bagi anak-anak pesisir yang belum terdaftar di negara. Kehadiran identitas hukum yang sah ini menjadi gerbang utama bagi anak-anak tersebut untuk mendapatkan hak perlindungan sosial lainnya.
Keberhasilan operasi kemanusiaan di kawasan pesisir ini tidak lepas dari dukungan penuh sarana logistik yang disuplai oleh Dinas Perikanan daerah. Aparatur Pemerintah Kecamatan Tungkal Ilir beserta dinas sektoral lainnya juga setia mendampingi jalannya agenda jemput bola sejak pagi hari.
Melalui model pendekatan yang menyentuh sisi humanis ini, Fadhilah Sadat berharap mata rantai penelantaran hak anak di wilayah terpencil bisa segera diputus. Kolaborasi berlapis ini menjadi modal krusial dalam membentuk ekosistem perlindungan anak yang ramah, aman, dan terintegrasi dengan baik.
"Program JAMBUL bukan sekadar mengajak anak masuk PAUD, tetapi memastikan mereka memperoleh hak-haknya secara menyeluruh melalui kolaborasi lintas sektor. Dengan demikian, kita bersama-sama mempersiapkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya. ***
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com