OJK Jambi Tegaskan Kondisi Bank Jambi Stabil di Tengah Audit Forensik Sistem

Kepala OJK Provinsi Jambi, Yan Iswara Rosya, didampingi Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, menyampaikan konferensi pers.

Reporter: DOD | Editor: Admin
OJK Jambi Tegaskan Kondisi Bank Jambi Stabil di Tengah Audit Forensik Sistem
Kepala OJK Provinsi Jambi, Yan Iswara Rosya, didampingi Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, menyampaikan konferensi pers | foto : bj

INFOJAMBI.COM – Kepala Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) Provinsi Jambi, Yan Iswara Rosya, memastikan stabilitas keuangan dan likuiditas Bank Jambi saat ini berada dalam kondisi yang sangat baik. 

Pernyataan resmi ini dikeluarkan untuk menepis kekhawatiran masyarakat terkait gangguan layanan digital yang sempat memicu isu hilangnya dana nasabah.

Baca Juga: OJK Catat Likuiditas dan Permodalan Lembaga Jasa Keuangan Tetap Baik

Kinerja penyaluran kredit bank pembangunan daerah tersebut juga dilaporkan tetap terjaga dan berjalan secara normal. Masyarakat diimbau untuk tidak panik mengingat proses pendalaman atas kendala teknis yang terjadi masih terus berlangsung secara intensif.

"OJK terus melakukan pemantauan dan monitoring secara intensif terhadap kondisi Bank Jambi. Seluruh langkah yang dilakukan masih dalam proses pendalaman dan pengawasan," ujar Yan Iswara Rosya, di Jambi, Senin (23/2/2026).

Baca Juga: Pengamat : Tak Harus Tunggu 2023, Semua UUS Sudah Spin Off

Pihak otoritas saat ini masih menunggu hasil audit forensik untuk memastikan penyebab utama gangguan tersebut secara akurat. Langkah ini dilakukan guna menelusuri apakah terdapat indikasi anomali transaksi yang bersifat mencurigakan pada sistem perbankan.

Yan menekankan bahwa penguatan keamanan sistem informasi selalu menjadi poin utama yang ditekankan kepada seluruh industri jasa keuangan. OJK bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk memastikan penanganan masalah ini tetap mengedepankan perlindungan konsumen.

Baca Juga: BTPN Wow! Dorong Perluasan Akses Keuangan

"Anomali transaksi yang terjadi belum dapat disimpulkan apakah berasal dari sistem atau merupakan tindak kejahatan perbankan. Kami menunggu hasil audit forensik. Namun demikian, penguatan keamanan sistem perbankan selalu kami tekankan secara berkelanjutan kepada industri jasa keuangan," jelasnya.

Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, menyatakan komitmennya untuk memberikan informasi secara transparan kepada seluruh lapisan masyarakat. Ia menegaskan operasional kantor cabang dan cabang pembantu tetap melayani nasabah secara tatap muka.

Penonaktifan sementara layanan mobile banking dan ATM sengaja dilakukan demi mendukung kelancaran proses audit forensik yang sedang berjalan. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian dalam menjaga kerahasiaan serta keamanan data pribadi milik para nasabah.

"Dalam rangka mendukung proses audit forensik, untuk sementara waktu layanan mobile banking dan ATM masih kami nonaktifkan. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Sesuai ketentuan yang berlaku, Bank Jambi berkomitmen penuh untuk bertanggung jawab dan melakukan penggantian atas kerugian nasabah, baik yang disebabkan oleh kesalahan internal Bank maupun pihak ketiga yang bekerja sama dengan Bank Jambi," ujar Khairul.

Nasabah yang merasa mengalami kerugian disarankan untuk segera melapor ke layanan customer service di kantor Bank Jambi terdekat. Manajemen berjanji akan melaporkan temuan investigasi ini kepada pihak berwenang guna menuntaskan persoalan secara hukum.

"Kami menjamin kerahasiaan dan keamanan data nasabah tetap terjaga," tegas Khairul.

Senada, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) minta nasabah tetap tenang, karena Bank Jambi secara fundamental dalam posisi sehat. Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menegaskan gangguan ini murni masalah teknis internal dan bukan indikasi bank gagal.

LPS menilai manajemen Bank Jambi masih memiliki kendali penuh untuk menyelesaikan kendala tersebut tanpa perlu masuk ke tahap resolusi. Seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia saat ini tercatat dalam kondisi performa yang stabil dan tidak bermasalah.

"Kalau sekarang Bank Jambi tidak masuk resolusi, masih bank normal, bank sehat. Ya, dia tanggung jawab sendiri saja, belum kewenangan LPS," ujar Anggito di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Tedy Arief Budiman, mengapresiasi langkah taktis yang diambil pihak manajemen bank. Ia memastikan sistem pembayaran di wilayah Jambi secara umum tetap terjaga dan tidak terganggu oleh insiden ini.

"Kami mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Bank Jambi, khususnya komitmen untuk melindungi hak-hak nasabah. Perlindungan terhadap nasabah tetap menjadi prioritas utama," kata Tedy.

Audit forensik diprediksi akan segera memberikan gambaran jelas mengenai total potensi kerugian dan jumlah nasabah yang terdampak. Seluruh pihak berwenang berkomitmen untuk mengawal kasus ini hingga sistem keamanan siber perbankan di Jambi kembali pulih sepenuhnya. ***

 

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya