PetroChina Beberkan Perkembangan Kasus Kecelakaan Kerja di NEB#9 Betara

SKK Migas – PetroChina International Jabung Ltd menyampaikan perkembangan kasus kecelakaan kerja, di area NEB#9

Reporter: DOD | Editor: Doddi Irawan
PetroChina Beberkan Perkembangan Kasus Kecelakaan Kerja di NEB#9 Betara
Dencio Renato Boele

JAKARTA, INFOJAMBI.COM - SKK MigasPetroChina International Jabung Ltd menyampaikan perkembangan kasus kecelakaan kerja, di area NEB#9, Betara, Tanjungjabung Barat, Minggu (18/12), terutama berkaitan jam kerja. 

Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang berada di bawah pengawasan dan pengendalian SKK Migas, PetroChina mengoperasikan Wilayah Kerja Jabung di Provinsi Jambi selama 24 jam. 

“Produksi minyak dan gas berjalan sepanjang waktu, dengan para pekerja lapangan kami sebagai tulang punggung kegiatan ini,” kata Vice President Human Resources and Relations PetroChina, Dencio R Boele, Rabu lalu.

Tidak hanya di Wilayah Kerja Jabung, kegiatan nonstop selama 24 jam penuh juga ditemukan di blok-blok minyak dan gas lainnya. 

Baca Juga: SKK Migas Gelar Sosialisasi dan Media Kompetisi 2016

Seluruh pekerja lapangan yang terlibat langsung dalam kegiatan produksi minyak dan gas memiliki durasi waktu bekerja yang berbeda. 

Kecelakaan kerja di area NEB#9 Betara, Tanjungjabung Barat, Jambi, terjadi Minggu (18/12) pukul 01.45 WIB, saat para pekerja telah selesai melakukan perbaikan kebocoran pipa gas yang menghubungkan sumur West Betara dengan Betara Gas Plant (BGP). 

“Kebocoran pipa gas dapat terjadi di wilayah kerja manapun. Kebocoran harus segera ditangani jam berapapun, demi menjaga keamanan di sekitar area tersebut,” tambahnya. 

Kebocoran juga harus ditangani dengan cepat untuk mencegah kemungkinan production loss (kehilangan produksi).  

Perbaikan pipa malam itu dilakukan oleh para pekerja yang memang sedang dalam kondisi standby untuk bertugas.

"Bila ada pekerja yang bekerja di luar jam kerjanya, perusahaan juga membayarkan overtime (waktu lemburnya) sesuai peraturan,” tambah Dencio. 

Kecelakaan kerja yang terjadi di area NEB#9 melukai delapan pekerja. Enam pekerja dievakuasi ke Jakarta, Senin (19/12), untuk mendapatkan perawatan intensif. 

Dua diantaranya, Kastalani dan Randi Afrianto, meninggal dunia, setelah dirawat selama beberapa hari di Jakarta. Kondisi empat pekerja lain yang dirawat di rumah sakit yang sama berangsur membaik. 

Dua orang pekerja lainnya dirawat di rumah sakit di Jambi, dan telah diizinkan melanjutkan perawatan jalan. Satu diantaranya dirujuk ke rumah sakit di Jakarta untuk persiapan proses fisioterapi dan pengecekan lebih lanjut. 

Sampai saat ini, investigasi internal mengenai kecelakaan kerja di area NEB#9 masih berlangsung. Namun, dipastikan saat terjadi kecelakaan, semua pekerja menggunakan APD lengkap, sesuai prosedur dan memiliki kelengkapan dokumen izin kerja yang diperlukan.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Anggono Mahendrawan menegaskan, seluruh pekerja yang turun ke lapangan sudah menjalankan SOP, termasuk 8 pekerja yang menjadi korban.

“Setiap pekerja yang turun ke lapangan dilakukan pengecekan terlebih dahulu, mulai dari kesehatan (fit to work), kelengkapan dokumen izin kerja, penggunaan APD yang lengkap serta safety induction,” tegas Anggono.

Kegiatan proses produksi yang berjalan selama 24 jam setiap hari, harus diawasi dan dilakukan pengecekan secara berkala dan bergantian sesuai jam kerja. 

“Jika terjadi kendala atau masalah di lapangan, pekerja harus cepat tanggap, termasuk kebocoran pipa gas agar tidak menghambat jalannya proses produksi gas,” ujar Anggono. 

Anggono melanjutkan, seluruh SOP telah dijalankan sesuai ketentuan, namun hal yang terjadi di lapangan memang tidak bisa diprediksi.

Dengan kejadian ini harapannya menjadi bahan evaluasi dan investigasi lebih dalam bagi KKKS, khususnya PetroChina International Jabung Ltd, agar kedepannya dapat meminimalisir kejadian serupa, dan menjadi perhatian bagi para pekerja agar jauh lebih berhati-hati lagi. ***

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Berita Terkait

Berita Lainnya