Hari ini, Adrian Manager PKS  Pengabuan PTPN VI Dipanggil Lagi, Pada Pangilan Pertama Mangkir..

Adrian Alamsyah, Manager nonaktiv PKS Pengabuan PTPN VI akan diperiksa oleh Polsek Merlung, Jumat (19/8/2022)

Reporter: Ahmad Muzir | Editor: Mursyid Sonsang
Hari ini, Adrian Manager PKS  Pengabuan PTPN VI Dipanggil Lagi, Pada Pangilan Pertama Mangkir..
Adrian Manager PKS  Pengabuan PTPN VI Dipanggil Lagi, Pada Pangilan Pertama Mangkir di Polsek Merlung, Polres Tanjung Jabung Barat || Foto : Dok

MERLUNG, INFOJAMBI.COM - Hari ini, Jumat (19/8/2022), Adrian Alamsyah, Manager nonaktiv PKS Pengabuan PTPN VI pelaku dugaan  tindak pidana penganiayaan terhadap bawahannya akan diperiksa oleh Polsek Merlung. Sebelumnya, pada panggilan pertama tanggal 16 Agustus 2022 pelaku belum bisa memenuhi panggilan.

Kapolsek Merlung, AKP Marwiyansyah, SH,MH menjelaskan, pada panggilan pertama terlapor mangkir "Hari ini jadwalnya akan kita periksa. Mudah-mudahan datang" kata Kapolsek saat dihubungi infojambi.com via WhatsApp, Kamis (18/8/2022).

Selain terlapor, Polsek Merlung juga akan menjadwalkan kembali pemanggilan saksi-saksi yang belum bisa memenuhi panggilan. Saksi tersebut diantaranya teman korban yang mengetahui saat terjadinya penganiayaan.

Informasi yang diperoleh, Manager PKS Pengabuan, PTPN VI, Adrian Alamsyah sudah dinonaktifkan dari  jabatannya oleh direksi serta proses penyelidikan secara internal perusahaan sedang berjalan.

Sementara Aktivis Perburuhan Provinsi Jambi, Desnat memberikan apresiasi kepada Direksi PT PN VI yang telah menonaktivkan Adrian Alamsyah.  " Agar penyelidikan lebih fair, dia harus dinonaktivkan dulu." ujarnya.

Sambo Kecil

"Memang "sambo sambo" kecil banyak di lingkungan dunia kerja. Bos itu sering memaki bahkan nemukul anak buahnya. Contoh yang paling menghebohkan Ferdi Sambo sampai membunuh anak buahnya. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua." jelas Desnat yang juga penguat lingkungan ini.

Sekedar mengingatkan, Menejer PKS Pengabuan, PTPN VI, Adrian Alamsyah, ST di laporkan ke Polsek Merlung, Polres Tanjung Jabung Barat oleh anak buahnya, Danul Aslam Yasri tanggal 14 Agustus lalu.

Danul melaporkan Adrian, diduga melakukan tindak pidana penganiayaan menyebabkan luka di pelipis mata atas dan bawah tanggal 12 Agustus 2022 lalu di kantor PKS Pengabuan Desa Pulau Pauh, Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Menurut Darul, pemukulan yang dilakukan Adrian gara gara miss komunikasi dalam pendelegasian pekerjaan di pabrik PKS milik PT PN IV tersebut. Dia yang jadi sasaran kemarahan, yang diawali pelemparan botol mineral lalu dipukul dengan tangan ke arah wajah. ***

Baca Juga: Menejer PKS Pengabuan, PT PN VI, di laporkan ke Polisi, Gara gara Pukul Anak Buahnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Berita Terkait

Berita Lainnya