Melipat Sarung

Subuh ini, seperti juga subuh-subuh tahun sebelumnya, aku bersiap sholat subuh di rumah, bersama isteri. Seperti biasanya pula, sebelum sholat subuh, aku siap-siap memakai sarung.

| Editor: Doddi Irawan
Melipat Sarung

Oleh : Wina Armada Sukardi

Subuh ini, seperti juga subuh-subuh tahun sebelumnya, aku bersiap sholat subuh di rumah, bersama isteri. Seperti biasanya pula, sebelum sholat subuh, aku siap-siap memakai sarung. Setelah sarung terpakai, aku lihat masih banyak sudut sarung yang tidak rapi. Aku bongkar kembali, dan mulai memakai sarung dari awal.

Kali ini, setelah sarung terpakai, sudut sarung sudah rapi, namun terlihat motif garis sarung belum lurus dan belum selaras. Aku lepas lagi, dan berhati-hati sarung aku pakai dengan memperhatikan sudut-sudutnya agar tertata rapi. Motif garis telah tampil sesuai disain sarung. Merek sarung aku buat tepat terletak di bagian tengah bawah depan. Banyak orang yang meletakan merek sarung di bagian bawah belakang, sehingga terlihat jelas dari jemaah di belakangnya. Sedang aku menukar letak merek menjadi di depan.

Setelah dipasang ulang, kini motif garis - garis di kain sarung sudah lurus, tidak bengkok, selaras dan tidak terlipat-lipat. Letak bagian bawah sarung tepat sedikit di atas mata kaki. Ujung-ujung bagian bawah sarung pun telah sama rata. Rapi sudah. Barulah aku siap sholat subuh.

Kendati aku sholat subuh di rumah hanya berdua isteri, bahkan terkadang sholat subuh sendiri, karena mungkin isteri sedang sakit perut, atau ada di kamar lain, aku selalu tetap memperhatikan kerapian memakai sarung.

Baca Juga: Ratusan Media Online Langgar Kode Etik, Dewan Pers Terima 800 Surat Pengaduan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Lanjut ke halaman berikutnya

Berita Terkait

Berita Lainnya