Menaker Ajak Serikat Pekerja Hadapi Disrupsi AI dengan Upskilling

Yassierli, mengajak serikat pekerja dan serikat buruh memperkuat kolaborasi menghadapi disrupsi teknologi kecerdasan buatan dan robotik

Reporter: Rel | Editor: Admin
Menaker Ajak Serikat Pekerja Hadapi Disrupsi AI dengan Upskilling
Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Yassierli | foto : humas kemnaker

Kemnaker Dorong Reskilling Tenaga Kerja Hadapi Robotik dan AI

INFOJAMBI.COMMenteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengajak serikat pekerja dan serikat buruh memperkuat kolaborasi menghadapi disrupsi teknologi kecerdasan buatan dan robotik. Ajakan itu disampaikan melalui program upskilling dan reskilling tenaga kerja.

Baca Juga: Menteri Ida Minta Perusahaan Giant Menjamin Hak Pekerja

“Saya yakin dengan kebersamaan dan kolaborasi, kita siap menghadapi perubahan ini. Semangat kami di Kemnaker menyongsongnya dengan prinsip inklusivitas, no one left behind. Tidak boleh perubahan atau disrupsi apapun di industri membuat pekerja tertinggal, di-PHK, atau termarginalkan. Itu tidak boleh terjadi,” ujarnya.  

Yassierli menegaskan, semangat no one left behind bukan sekadar slogan. Prinsip tersebut harus diwujudkan melalui kerja nyata bersama serikat pekerja dan serikat buruh. Karena itu Kemnaker telah melaksanakan sejumlah program pelatihan. 

Baca Juga: 15 Provinsi Dapat Penghargaan Pembina K3, Salah Satunya Jambi

“Tahun lalu kami melatih 700 ahli produktivitas dan menyelenggarakan pelatihan K3 di 63 titik lebih, melibatkan perwakilan serikat pekerja/serikat buruh. Program ini akan terus kami laksanakan,” ucapnya.  

Yassierli berharap serikat pekerja aktif memanfaatkan 42 balai pelatihan milik Kemnaker yang tersebar di seluruh Indonesia. Balai tersebut menjadi pusat solusi peningkatan kompetensi tenaga kerja.  

Menurut Yassierli, tantangan masa depan hanya dapat dijawab melalui upskilling dan reskilling. Kebutuhan industri terus berkembang dan menuntut kompetensi baru yang relevan.  

Menaker juga menyinggung pentingnya pengembangan green jobs. Transformasi ekonomi hijau menuntut tenaga kerja dengan karakter dan keterampilan baru.  

Ia menekankan bahwa langkah konkret dan terukur harus segera dilakukan. Dengan begitu, tenaga kerja Indonesia siap menghadapi perubahan industri global. ***

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya