INFOJAMB.COM – Komitmen kuat dalam memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di industri hulu migas terus ditunjukkan oleh SKK Migas - PetroChina International Jabung Ltd. Langkah inovatif ini diwujudkan melalui gelaran Workshop Strengthening Safety Culture Through Leadership, Human Factors, Ergonomics and AI yang berlangsung di salah satu hotel mewah di Kota Jambi pada 19–20 September 2026.
Sejak hari pertama dimulai, antusiasme luar biasa langsung terpancar dari para peserta yang hadir. Kegiatan yang membedah integrasi antara aspek kepemimpinan, faktor manusia, ergonomi, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) ini mendapat respons yang sangat positif.
Baca Juga: SKK Migas – PetroChina Raih CSR Award 2016
Kegiatan yang mengangkat isu kepemimpinan, faktor manusia, ergonomi hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tersebut mendapat respons positif dari para peserta yang hadir.
Perpaduan antara kedisiplinan faktor manusia (human factors) dan kecanggihan teknologi masa kini dinilai menjadi kunci utama bagi PetroChina Jabung untuk terus mempertahankan dan meningkatkan standar keselamatan kerja di lingkungan operasional mereka. Melalui penguatan budaya K3 yang adaptif terhadap teknologi ini, perusahaan optimis dapat menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya aman dan sehat, tapi juga memiliki produktivitas yang tinggi.
Baca Juga: Wagub Harap Kerjasama dengan SKK Migas Semakin Baik
Para peserta menilai, materi yang disajikan tidak hanya relevan dengan tantangan industri modern, tetapi juga memberikan sudut pandang baru yang visioner. Terlebih lagi, pembahasan mengenai peran AI dalam mendeteksi dan mencegah potensi kecelakaan kerja secara real-time menjadi daya tarik utama yang memicu diskusi interaktif sepanjang acara.
Salah satunya disampaikan Julianto, peserta workshop. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya membangun budaya keselamatan, khususnya di lingkungan kerja yang memiliki tingkat risiko tinggi seperti industri minyak dan gas.
Baca Juga: 500 Anak SD se-Tanjabtim Dapat Lagi Bantuan PetroChina
“Workshop Safety Culture ini bagi saya memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya membangun budaya keselamatan di lingkungan kerja,” ujar Julianto.
Menurutnya, keselamatan kerja tidak semestinya hanya menjadi tanggung jawab tim Health, Safety and Environment (HSE). Lebih dari itu, budaya keselamatan harus menjadi komitmen bersama seluruh pekerja dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Workshop ini juga mengingatkan kita bahwa safety bukan hanya tanggung jawab tim HSE, tapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Ini sangat positif bagi karyawan, terutama di lingkungan oil and gas PetroChina,” katanya.
Ia menilai, pemahaman mengenai keselamatan yang diperoleh melalui workshop dapat menjadi bekal penting bagi pekerja untuk lebih sadar terhadap potensi risiko sekaligus membangun kebiasaan kerja yang mengutamakan keselamatan.
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com