INFOJAMBI.COM – Pemerintah Provinsi Jambi menegaskan pentingnya peran kepala sekolah sebagai figur sentral dalam membangun budaya kerja dan meningkatkan profesionalisme guru di satuan pendidikan.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Jambi, Al Haris, saat membuka Rapat Kerja Kepala SMA/SMK/SLB se-Provinsi Jambi, di Aula Bundes Desa Koto Periang, Kecamatan Kayu Aro, Kerinci, Sabtu (24/1/2026).
Baca Juga: Haris - Khafid Semarakkan Puncak HKN ke-52
Kegiatan ini dihadiri Bupati Kerinci Monadi, forkopimda Kerinci, Plt Kepala Dinas Pendidikan Umar MY, serta ratusan kepala sekolah dari kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi.
Gubernur menekankan, kepala sekolah memegang tanggung jawab besar sebagai pemimpin tertinggi di lingkungan sekolah. Peran kepala sekolah tidak sebatas administratif, tapi juga menjadi panutan dalam membentuk karakter dan budaya kerja di sekolah.
Baca Juga: Pemprov Diminta Cepat Perbaiki Jalan Putus Depan Kodim
"Kepala sekolah harus memiliki rasa tanggung jawab dan moral yang tinggi. Sebagai pemimpin tertinggi di satuan pendidikan, kepala sekolah bukan hanya seorang administrator, melainkan figur teladan (role model) yang menentukan budaya sekolah, profesionalisme guru, dan kualitas hasil belajar siswa itu harus menjadi tanggung jawabnya," ucap Gubernur.
Gubernur menjelaskan, rapat kerja ini merupakan bentuk ikhtiar bersama para pemangku kepentingan pendidikan untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Jambi. Peningkatan kualitas pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Baca Juga: Al Haris Lantik Pengurus HMPM Padang
"Semua aspek harus ditingkatkan mulai kualitas tata kelola sekolah, pengembangan profesionalitas Kepala Sekolah, dan penyelarasan persepsi dalam mewujudkan program-program prioritas Pemerintah Provinsi Jambi di bidang pendidikan," ungkapnya.
Gubernur menegaskan, kepala sekolah memiliki tanggung jawab moral yang sangat besar karena berkaitan langsung dengan masa depan peserta didik. Legitimasi lulusan tidak lepas dari peran dan integritas kepala sekolah.
Kepala sekolah memiliki tanggung jawab moral sangat besar dalam dunia pendidikan. Perbedaan mendasar antara kepala sekolah dan guru lainnya terletak pada tanda tangan di ijazah, yang menentukan masa depan peserta didik.
“Meskipun kepala sekolah merupakan guru yang diberi tugas tambahan, namun tanggung jawab tersebut tidak bisa dipandang ringan karena menyangkut legitimasi dan kualitas lulusan," ungkap Gubernur.
Gubernur juga mengaitkan peran kepala sekolah dengan agenda nasional, khususnya Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah pusat yang harus disinergikan dengan pemerintah daerah.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, serta pembangunan sarana pendidikan menjadi fokus utama pemerintah pusat yang harus disinergikan dengan pemerintah daerah.
“Program Asta Cita ke-4 dimana pemerintahan Prabowo-Gibran difokuskan pada penguatan SDM melalui pendidikan," jelasnya.
Gubernur menambahkan, saat ini dunia pendidikan menjadi perhatian serius pemerintah dalam upaya memperbaiki tata kelola pendidikan nasional. Berbagai program strategis telah disiapkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah.
"Kita semua harus sejalan, baik pemerintah provinsi Jambi, kabupaten/kota dan seluruh kepala sekolah harus sejalan menjalankan program pemerintah pusat ini dengan sungguh sungguh,” katanya.
Pemerintah pusat sudah menyiapkan dana MBG dan Sekolah Rakyat, tergantung daerah masing masing untuk kesiapannya dalam pengelolaannya. Semua harus bersatu meningkatkan SDM, baik pendidik, anak didik, karena pemerintah pusat sudah menganggarkan untuk pendidikan yang cukup besar.
Usai membuka rapat kerja, Gubernur Jambi bersama Bupati Kerinci melanjutkan meninjau SMK Negeri 7 Kerinci, dilanjutkan dengan peninjauan ke SMA Negeri 7 Kerinci. ***
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com