Kanjuruhan Nan Malang, Aremania Jangan Hilang.

Pertandingan Arema FC versus Persebaya di stadion Kanjuruhan, Malang, menewaskan 174 korban jiwa.

Reporter: .. | Editor: Mursyid Sonsang
Kanjuruhan Nan Malang, Aremania Jangan Hilang.
Bambang Subagio || Foto : Ist

Oleh : Bambang Subagio

Memasuki awal Oktober, Indonesia dilimuti dukacita mendalam. Insiden kerusuhan paska laga derby Jawa Timur, Arema FC versus Persebaya di stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang menewaskan 174 korban jiwa (versi Wagub Jatim Emil Dardak), "menutup" peringatan Hari Kesaktian Pancasilan yang diperingati setiap 1 Oktober. 

Di depan 30 ribuan lebih Aremania pada Sabtu (1/10/2022) malam, Tim Asuhan pelatih anyar Javier Rocha dikalahkan Persebaya 2-3 di Stadion Kanjuruhan, semakin membuat supporter Arema kesal lantaran di kandangnya juga ditaklukkan Persija dengan skor tipis  0-1, pada Minggu, 28 Agustus 2022 lalu. Kekalahan itu, memutus rantai kemenangan Arema selama 19 tahun atas Persija. Rekor kembali tercipta setelah 23 tahun, Persebaya tak pernah menumbangkan musuh bebuyutannya, Arema FC di Stadion Kanjuruhan. 

Dua kekalahan yang diterima Tim Singo Edan tersebut, tak pelak membuat ribuan Aremania melampiaskan kekesalannya dengan turun ke lapangan stadion Kanjuruhan untuk menemui pemain Arema untuk menuntut pertanggungjawaban atas kekalahannya. Ungkapan kekecewaan pun berakibat bentrok dengan aparat keamanan dari kepolisian dan TNI. Aparat keamanan terpaksa mengeluarkan gas air mata untuk memukul mundur suporter yang nekat ke lapangan hingga mengejar pemain. 

Baca Juga: 127 Orang Meninggal, PT LIB Hentikan Kompetisi BRI Liga 1 2022/2023

Ribuan suporter  yang berdesak-desakan keluar stadion menghindari gas air mata, namun pintu stadion terkunci. Tak sedikit Aremania mengalami patah tulang setelah terinjak-injak Aremania lainnya yang berusaha menghindari gas air amata yang ditembakkan polisi di dalam stadion Kanjuruhan. 

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Lanjut ke halaman berikutnya

Berita Terkait

Berita Lainnya