Jessica menekankan pentingnya pemilahan dan pengolahan sampah secara mandiri. Menurutnya, masyarakat dapat mengubah sampah yang dihasilkan di rumah menjadi barang yang bermanfaat dan dapat digunakan kembali.
“Bagaimana kita memilah, mengolah sampah secara mandiri. Itu yang terpenting dan bisa mengurangi, bahkan mengolah semua sampah yang kita hasilkan di rumah menjadi barang yang berguna dan reusable,” jelas Jessica.
Baca Juga: SKK Migas Gelar Sosialisasi dan Media Kompetisi 2016
Dalam workshop, peserta juga diajarkan membuat sejumlah produk alternatif untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Salah satunya beeswax food wrap, yakni pembungkus makanan berbahan lilin lebah yang dapat digunakan berulang kali.
Selain itu, peserta diperkenalkan dengan pembuatan sabun berbahan buah lerak, penggunaan loofah sebagai spons pencuci piring, hingga praktik pembuatan tempe sebagai bagian dari edukasi ketahanan pangan.
Baca Juga: SKK Migas – PetroChina Raih CSR Award 2016
Jessica mengatakan, upaya mengurangi sampah juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan kembali barang-barang yang ada di sekitar.
Demi Bumi, lanjutnya, juga melakukan pengolahan sampah yang berasal dari korporasi menjadi berbagai produk pakai ulang, seperti tas laptop, binder dan sling bag.
Baca Juga: Wagub Harap Kerjasama dengan SKK Migas Semakin Baik
“Dengan mereka mengurangi sampah, tentunya juga menyadarkan pegawai internalnya untuk mengurangi sampah di rumah,” katanya.
Jessica berharap peserta tidak berhenti pada pengetahuan yang diperoleh selama workshop, tetapi mampu menerapkannya secara konsisten.
“Semoga mereka lebih mencintai bumi, lebih memahami apa yang terjadi di sekitar kita dan semakin giat serta semangat untuk belajar,” ujarnya.
Sementara itu, pegiat lingkungan sekaligus pendiri Bank Sampah Induk Peduli Kota Jambi dan Yayasan Rajendra Atma Buana, Yuda Trianto, mengingatkan bahwa persoalan sampah harus diselesaikan sejak dari sumber.
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com