Saat Tuntutan Jadi Rusuh

DEMO anarkis sering kali jadi perdebatan. Banyak yang bilang aksi seperti ini merugikan dan mencederai perjuangan.

Reporter: - | Editor: Admin
Saat Tuntutan Jadi Rusuh
Doddi Irawan

Oleh: Doddi Irawan | Jurnalis tinggal di Pinggiran Kota Jambi

DEMO anarkis sering kali jadi perdebatan. Banyak yang bilang aksi seperti ini merugikan dan mencederai perjuangan. Tapi, di sisi lain, anarkisme sering kali muncul karena rakyat sudah kehabisan akal.

Baca Juga: Pelantikan Presiden Baru AS Diwarnai Demonstrasi

Saat dialog tuntutan tidak menemukan solusi, tuntutan tidak didengar, dan harapan cuma menjadi janji hampa, wajar kalau frustrasi memuncak.

Anarkisme bukanlah tujuan. Tindakan ini wujud ekspresi kemarahan yang meluap. Mereka yang melakukan merasa cara-cara damai sudah tidak relevan.

Baca Juga: Ketua JMSI Jambi Harap PWI Batanghari Kompak dan Bersinergi

Kekerasan yang terjadi bisa jadi bentuk 'balas dendam' atas ketidakadilan yang terus menerus mereka rasakan.

Tentu, merusak fasilitas umum dan melukai orang lain, tidak dibenarkan.

Baca Juga: Hendrar Prihadi: Semarang Maju Berkat Bantuan Media Massa

Tapi, perlu dilihat mengapa itu bisa terjadi. Apakah karena aspirasi diabaikan? Atau karena kekuasaan terlalu arogan dan tak mau mendengarkan?

Memang, demo yang damai dan tertib lebih dihargai. Tapi, sejarah juga membuktikan, perubahan besar sering kali lahir dari perlawanan yang tidak biasa dan penuh risiko.

Ketika pemerintah tidak bergerak sedikitpun, maka kericuhan kecil bisa menjadi sinyal yang lebih keras.

Jangan menyalahkan mereka sebagai perusuh. Perlu lebih dalam lagi melihat akar masalahnya.

Anarkis adalah gejala. Penyakitnya adalah ketidakadilan, korupsi, dan ketidakmampuan penguasa berdialog.

Jangan hanya mengutuk, coba fokus pada tuntutan sebenarnya.

Apa yang mereka inginkan? Mengapa mereka sampai sebegitu marahnya?

Dalam situasi demonstrasi, penyusupan pihak luar, seperti geng motor, bisa terjadi dan sering kali menjadi isu pelik.

Ini menimbulkan pertanyaan besar, apakah mereka bagian dari massa aksi yang sebenarnya, atau ada motif lain di balik keberadaan mereka?

Penyusupan bisa menjadi cara efektif mengalihkan isu. Tuntutan rasional dan substantif yang disuarakan demonstran bisa langsung tenggelam oleh sorotan media.

Masyarakat pun akhirnya lebih fokus pada aksi anarkis daripada substansi protes.

Namun, di sisi lain, perlu juga dicermati, kemungkinan geng motor tidak selalu menjadi "penyusup" dalam arti kata sebenarnya.

Bisa jadi mereka bagian dari masyarakat yang ikut merasakan ketidakpuasan dan turun ke jalan. Tapi, karena mereka terbiasa dengan budaya kekerasan, partisipasi mereka mudah berubah menjadi anarki.

Bersambung ke halaman berikutnya

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya