“Yang paling penting bagi kami bukan hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga mendapatkan ilmu. Dengan ilmu yang diberikan, kami bisa tahu bagaimana cara mengelola ikan, mulai dari pembenihan sampai pembesaran,” katanya.
Zaharudin mengaku semakin antusias setelah mengetahui bahwa materi yang diberikan tidak hanya berupa teori, tetapi juga dilanjutkan dengan praktik secara langsung.
Baca Juga: SKK Migas – PetroChina Raih CSR Award 2016
Menurutnya, praktik di lapangan membuat peserta lebih mudah memahami teknik yang disampaikan oleh para instruktur.
“Kami sangat antusias karena nanti tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga langsung praktik. Jadi apa yang disampaikan bisa langsung kami lihat dan pelajari,” ungkapnya.
Baca Juga: Wagub Harap Kerjasama dengan SKK Migas Semakin Baik
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan ketika kembali ke Desa Sungai Keruh.
Ia menilai budidaya ikan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Menurutnya, apabila dikelola dengan baik, hasil budidaya ikan tidak hanya dapat dikonsumsi sendiri, tetapi juga bisa dipasarkan sehingga memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.
Baca Juga: 500 Anak SD se-Tanjabtim Dapat Lagi Bantuan PetroChina
“Kami berharap ke depan bisa lebih mandiri. Hasil budidaya bisa untuk kebutuhan keluarga dan kalau produksinya lebih banyak bisa dijual. Mudah-mudahan ini bisa menjadi usaha yang terus berkembang,” ujarnya.
Zaharudin pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan program pelatihan tersebut, khususnya PetroChina International Jabung Ltd dan BPBAT Sungai Gelam.
Ia berharap ilmu yang diperoleh selama mengikuti pelatihan nantinya dapat dibagikan kembali kepada masyarakat lainnya di desanya.
“Ilmu yang kami dapatkan ini mudah-mudahan tidak berhenti di kami saja. Setelah pulang nanti, kami juga ingin berbagi dengan masyarakat lainnya supaya semakin banyak yang bisa belajar dan ikut mengembangkan budidaya ikan,” pungkasnya. ***
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com