INFOJAMBI.COM – Mengubah pola pikir terhadap sampah dari sekadar limbah menjadi berkah memerlukan langkah nyata yang konsisten. Semangat perubahan inilah yang dibawa oleh SKK Migas - PetroChina International Jabung Ltd dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia 2026 melalui sebuah workshop edukatif di Jambi.
Mengusung tema “Aksi Nyata Hari Ini untuk Lingkungan yang Lebih Baik di Masa Depan”, PetroChina tidak hanya memberikan teori, tetapi langsung membekali para karyawan dan masyarakat sekitar dengan keterampilan praktis. Mulai dari teknik pemilahan sampah domestik, metode pembuatan kompos yang efisien, hingga peluang bernilai ekonomi lewat budidaya maggot, semuanya dikupas tuntas sebagai strategi nyata untuk menjaga bumi tetap lestari sekaligus membawa manfaat finansial bagi komunitas.
Baca Juga: SKK Migas Gelar Sosialisasi dan Media Kompetisi 2016
Semangat menjaga lingkungan hidup terlihat dalam workshop Hari Lingkungan Hidup se-Dunia 2026 yang digelar SKK Migas bersama PetroChina International Jabung Ltd, di Swiss-Belhotel Jambi, Minggu (27/9/2026).
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Berbagai materi yang disampaikan narasumber memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan sampah organik dan nonorganik, pengolahan sampah melalui composting, hingga pemanfaatannya untuk kegiatan produktif di lingkungan masyarakat.
Baca Juga: SKK Migas – PetroChina Raih CSR Award 2016
Salah satu peserta, Ade Wira Handayani, mengapresiasi pelaksanaan workshop tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengetahuan yang dapat diterapkan tidak hanya di lingkungan kerja, tetapi juga di rumah dan komunitas.
“Menurut kami kegiatan ini sangat bagus. Antusias dari seluruh peserta juga sangat baik. Harapan kami, setelah mendapatkan ilmu dari para narasumber, para karyawan dan karyawati bisa menerapkannya di kantor, rumah maupun komunitas,” ujar Ade.
Baca Juga: Wagub Harap Kerjasama dengan SKK Migas Semakin Baik
Ia mengatakan, pengelolaan sampah merupakan salah satu bentuk aksi nyata yang dapat dilakukan secara sederhana namun memberikan dampak terhadap lingkungan. Bahkan, menurutnya, pengetahuan tersebut dapat dikembangkan hingga ke tingkat komunitas, seperti melalui kegiatan composting dan budidaya maggot.
“Berkaitan dengan pengolahan sampah organik dan nonorganik, composting, sampai ke ranah komunitas seperti budidaya maggot dan lainnya. Besar harapan kami kegiatan ini memberikan manfaat bagi perusahaan maupun karyawan,” katanya.
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com