Ade juga menekankan pentingnya membangun niat sebelum melakukan aksi nyata dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, perubahan dapat dimulai dari setiap individu dan kemudian memberikan dampak yang lebih luas.
“Segala sesuatu yang berhubungan dengan aksi nyata dimulai dari niat. Ketika niatnya sudah baik, insya Allah akan ada aksi yang baik pula. Ketika niat itu berasal dari pekerja, tentunya akan membawa harum nama perusahaan,” ujarnya.
Baca Juga: SKK Migas Gelar Sosialisasi dan Media Kompetisi 2016
Sementara itu, peserta lainnya, Eduar Firdaus, menilai workshop tersebut sangat bermanfaat karena mengingatkan kembali bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya dengan memahami teori.
Baca Juga: SKK Migas – PetroChina Raih CSR Award 2016
“Acara hari ini sangat bermanfaat karena berkaitan dengan lingkungan hidup. Menjaga lingkungan tidak hanya tentang teori, tetapi juga perlu action. Apa yang bisa kita lakukan dan apa yang bisa kita berikan demi menjaga lingkungan agar tetap asri,” ungkap Eduar.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dalam workshop dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, menjaga lingkungan pada akhirnya juga merupakan bagian dari menjaga keberlangsungan kehidupan manusia.
Baca Juga: Wagub Harap Kerjasama dengan SKK Migas Semakin Baik
“Kalau kita menjaga lingkungan hidup, tentunya itu juga akan berdampak pada kehidupan kita dan bisa memperpanjang masa hidup kita ke depannya,” pungkasnya.
Melalui workshop tersebut, semangat “aksi nyata” diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut menjadi kebiasaan di lingkungan kerja, keluarga maupun masyarakat. Pengelolaan sampah dan kepedulian terhadap lingkungan pun diharapkan menjadi bagian dari budaya bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang. ***
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com