SKK Migas dan PetroChina Ungkap Kondisi Kecelakaan di Sumur WB-D7

PetroChina menginformasikan telah terjadi kecelakaan, di area sumur WB-D7, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Jambi, yang dioperasikan perusahaan jasa pengeboran

Reporter: Dora | Editor: Doddi Irawan
SKK Migas dan PetroChina Ungkap Kondisi Kecelakaan di Sumur WB-D7
Dencio Renato Boele

JAKARTA, INFOJAMBI.COM – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PetroChina menginformasikan telah terjadi kecelakaan, di area sumur WB-D7, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Jambi, yang dioperasikan perusahaan jasa pengeboran (drilling service companies) pada Senin (9/1).

Kecelakaan tersebut melibatkan tiga pekerja, dua diantaranya berasal dari perusahaan Bohai Drilling Contractor, dan satu dari Great Wall Drilling Contractor.

Kedua service companies tersebut merupakan kontraktor penyedia Rig Bohai-85 yang tengah melakukan workover program di sumur WB-D7 di Wilayah Kerja Jabung.

Saat ini, ketiga orang pekerja yang terluka dalam kecelakaan telah ditangani di rumah sakit di Jambi.

Baca Juga: SKK Migas Gelar Sosialisasi dan Media Kompetisi 2016

Setelah pemeriksaan menyeluruh, satu karyawan diizinkan menjalani rawat jalan, dan dua lainnya melanjutkan perawatan intensif di rumah sakit.

Dua pekerja yang masih dirawat saat ini dalam kondisi stabil dan tengah mendapat penanganan lebih lanjut dari tim dokter spesialis.

Sebagai informasi, satu orang dirawat untuk luka bakar dan satu orang dirawat untuk patah tulang.

Vice President Human Resources and Relations PetroChina, Dencio Renato Boele mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Drilling Service Companies, untuk penanganan pasien serta pembenahan kondisi rig di lokasi.

"Kami telah melaporkan kejadian ini kepada SKK Migas dan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas,” ujar Dencio.

Sampai saat ini, kegiatan produksi minyak dan gas di Wilayah Kerja Jabung masih berlangsung normal dan proses investigasi di lapangan terus dilakukan.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Anggono Mahendrawan, membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Kami sudah menerima laporan kecelakaan kerja di Rig Bohai-85 semalam, tidak ada korban jiwa yang fatal, namun tiga orang mengalami luka-luka,” ungkap Anggono.

Meskipun demikian, SKK Migas minta agar KKKS PetroChina segera mendalami kejadian ini dan bersinergi dengan pemangku kepentingan di daerah sesuai tupoksi masing-masing yang memperhatikan  koridor peraturan dan perundangan yang berlaku.

Anggono menyampaikan, pada prinsipnya SKK Migas selalu menekankan agar KKKS menjalankan kegiatan operasi hulu migas sesuai SOP yang berlaku, termasuk menjaga keamanan dan kehandalannya.

Anggono mendoakan agar kondisi para pekerja, terutama untuk dua pekerja yang saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit, segera membaik dan bisa pulang ke rumah.

“Atas kejadian ini, kami mengharapkan korban segera pulih dan dapat kembali bekerja di area operasional PetroChina dan kegiatan operasi tetap dapat berjalan untuk memberi kontribusi pada ketahanan energi nasional,” ujar Anggono.

“Apabila sudah ada informasi yang bersifat tepat dan pasti akan kami informasikan lebih lanjut," tambahnya.

Sebagai KKKS yang berada di bawah pengawasan dan pengendalian SKK Migas, PetroChina mengoperasikan Wilayah Kerja Jabung di Provinsi Jambi selama 24 jam sebagai tulang punggung kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas, sebagai upaya  pemenuhan ketahanan energi nasional. ***

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Berita Terkait

Berita Lainnya