Sejarah Perjuangan Kemerdekaan di Area Batanghari dan Tebo

PROKLAMASI Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945, di seluruh pelosok nusantara, disambut gegap gempita.

Reporter: _ | Editor: Syafruddin D
Sejarah Perjuangan Kemerdekaan di Area Batanghari dan Tebo
Pejuang Jambi, Husin Saad (kiri) dan A Nasrun (kanan) | foto : ist

Pengurusnya, Ketua Mahyudin, Wakil Ketua M. Thaib Azis, Sekretaris Nur Suud, Keamanan H Zen bin H Hasan (kepala), dan Panglima M Yusuf Gelopok, Panglima Mael, serta Panglima Siamid sebagai anggota.

Pasukan Panglima M Akel, Panglima Razali, dan Panglima Mat Nusi, masing-masing memiliki anggota 30 pemuda.

Pasukan ini mengandalkan persenjataan berupa keris, pedang dan tombak. Mereka bermarkas di sebuah toko, di Pasar Sungai Bengkal.

Untuk menjaga keamanan Republik Indonesia, dibentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) di setiap provinsi.

Pemerintah Provinsi Sumatera dikepalai oleh Gubernur Tengku M Hasan, berkedudukan di Bukittinggi.

Pemuda-pemuda bekas Heiho, Kaigun dan pemuda-pemuda yang berada di dusun-dusun, masuk anggota BKR yang merupakan kekuatan bersenjata, meski berupa keris, pedang dan tombak.

Waktu itu tentara pendudukan Jepang masih berada di Jambi, menjelang senjatanya dilucuti tentara sekutu.

Disamping itu Jepang juga harus berhadapan dengan rakyat Indonesia yang sudah memproklamasikan kemerdekaan.

Baca Juga: Lomba Gerak Jalan Meriahkan HUT 77 Kemerdekaan RI di Sarolangun

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Lanjut ke halaman berikutnya

Berita Terkait

Berita Lainnya