Sejarah Perjuangan Kemerdekaan di Area Batanghari dan Tebo

PROKLAMASI Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945, di seluruh pelosok nusantara, disambut gegap gempita.

Reporter: _ | Editor: Syafruddin D
Sejarah Perjuangan Kemerdekaan di Area Batanghari dan Tebo
Pejuang Jambi, Husin Saad (kiri) dan A Nasrun (kanan) | foto : ist

Suplai bahan makanan diperoleh dari bantuan rakyat setempat. Kesatuan rakyat dan pasukan TNI merupakan pertahanan yang tidak mudah dirobohkan. 

Peristiwa yang tidak mudah dilupakan, saat agresi militer Belanda I, sebuah pesawat Belanda menyusuri Sungai Batanghari melakukan penembakan ke beberapa tempat dari udara di sepanjang Sungai Batanghari, antara lain sebelah ilir Sungai Bengkal. 

Kapal Selendar mendapatkan tembakan mitraliur hingga seorang anggota TNI, Letnan Muda Chatib, gugur, dan seorang pemuda Sungai Bengkal, Husin bin Seman, luka parah karena peluru bersarang di punggungnya. 

Pesawat ini terbang sangat rendah. Sersan Daud dan Ramli Ibrahim yang berada di Sungai Temontan (Kemantan) mencoba menembaki dengan senjata berat AAC, tapi sia-sia. Akhirnya dapat kabar pesawat jatuh di Merlung (Tungkal).

Pada aksi militer Belanda II, Belanda menyerang ibukota RI di Jogjakarta dan 10 hari kemudian menyerang Jambi dari udara dan laut.

Serentak seluruh pejuang mengadakan perlawanan sengit yang menyebabkan gugurnya Kapten Marzuki, Kapten A Bakarudin, Letnan Simatupang, Letnan Muda Bahar Mahyudin, Letnan Muda Bahrun, serta 10 prajurit. 

Oleh pemerintah militer dan sipil, diambil kebijakan bumi hangus dan sabotase. Jadi walaupun Belanda dapat menduduki Kota Jambi, pemerintahan tidak dapat berjalan karena ada gangguan dari pejuang perang gerilya.

Baca Juga: Lomba Gerak Jalan Meriahkan HUT 77 Kemerdekaan RI di Sarolangun

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Lanjut ke halaman berikutnya

Berita Terkait

Berita Lainnya