Sejarah Perjuangan Kemerdekaan di Area Batanghari dan Tebo

PROKLAMASI Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945, di seluruh pelosok nusantara, disambut gegap gempita.

Reporter: _ | Editor: Syafruddin D
Sejarah Perjuangan Kemerdekaan di Area Batanghari dan Tebo
Pejuang Jambi, Husin Saad (kiri) dan A Nasrun (kanan) | foto : ist

Pasukan mengunjungi dusun-dusun, memberi penerangan ke para pemuka rakyat setempat, bahwa kita sudah merdeka dan meminta mengibarkan bendera merah putih.

Memang ada yang belum mengerti keadaan. Mereka masih bertanya-tanya, mana yang merdeka ? Mana senjata ?

Ada pula penduduk yang memasang bendera Inggris, atau bendera China, karena belum tahu Indonesia sudah merdeka.

Pasukan memerintahkan turunkan bendera asing itu. Kalau tidak rumahnya akan dibakar habis.

Ada orang tua yang menggerutu, bagaimana mau merdeka, Jepang dan Belanda punya senjata yang bisa membunuh dari jauh.

Banyak yang tidak mengerti, mengapa pemuda-pemuda begitu berani menghadapi senjata musuh. Hanya bersenjatakan semangat, dengan semboyan “merdeka atau mati”. Jika bertemu kawan, selalu mengucapkan merdeka ! yang dijawab merdeka pula.

Wakil Ketua PR 1, M Thaib Azis, adalah cucu Panglima Bahar Kutung, yang tewas oleh Belanda pada 1916. 

H Zen, kepala keamanan, cucu Kedemang Bakar yang dibuang Belanda ke Nusa Kambangan karena menyerang Belanda pada 1916. 

Tidak kurang 12 orang panglima yang gugur dan 12 orang dibuang ke Nusa Kambangan, Ternate dan Digul.

Baca Juga: Lomba Gerak Jalan Meriahkan HUT 77 Kemerdekaan RI di Sarolangun

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Lanjut ke halaman berikutnya

Berita Terkait

Berita Lainnya